SURABAYA – Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama kembali mencuri perhatian publik.

Kali ini, bukan karena manuver politik atau aktivitas legislasi di parlemen, melainkan pernyataannya yang cukup terbuka terkait kebiasaannya tampil di ruang-ruang publik dan media sosial.

Dalam wawancara dengan Klikberita.co, Sabtu (31/5/2025), sosok yang akrab di sapa Neng Lia ini mengungkap alasan di balik “doyannya” tampil di muka publik. Bukan sekadar eksistensi pribadi melainkan bentuk kesadaran terhadap kebutuhan generasi muda akan sosok panutan yang bisa mereka akses dan ikuti.

“Anak-anak sekarang terutama Gen Z butuh role model. Kalau kita mau jadi panutan, ya kita harus masuk ke dunia mereka. Salah satunya lewat konten media sosial dan kehadiran di ruang-ruang digital maupun publik,” bebernya.

Menurut Senator cantik itu, pendekatan terhadap generasi muda tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara klasik. Di tengah berkembangnya teknologi dan perubahan cara berinteraksi, politisi dituntut untuk adaptif dan mampu membangun koneksi dengan publik melalui kanal-kanal baru.

“Kita berbicara differensiasi kebutuhan. Misal, saya sering rekaman, itu bagian dari caraku untuk masuk dunianya mereka,” ujarnya.

Sebagai figur publik sekaligus doktor lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya, Neng Lia menilai pentingnya menghadirkan sosok politisi yang membumi, ramah dan dekat dengan masyarakat. Ia mewanti-wanti agar politisi tidak tampil kaku dan eksklusif, karena hal itu bisa menumbuhkan sikap apatis di kalangan generasi muda.

“Jangan sampai melihat politisi jadi hal yang membosankan. Itu bahaya, bisa menumbuhkan apatisme politik,” jelasnya.

Lebih lanjut keponakan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menegaskan, salah satu tugas utama anggota DPD bukan hanya legislasi dan pengawasan, melainkan juga menjaga kesadaran politik di tengah masyarakat.

“Jadi anggota dewan bukan hanya soal legislasi dan pengawasan. Kita juga harus mampu menjaga semangat publik agar mereka tidak apatis terhadap politik,” kata Neng Lia.

Menutup perbincangan, Neng Lia mengakui bahwa kehadirannya di media sosial merupakan upaya untuk menyampaikan gagasan serta membangun kepedulian masyarakat terhadap isu-isu politik dan sosial.

“Untuk menarik perhatian dan menegaskan aspirasi masyarakat, saya memainkan media. Ketika speak up bisa dapat kepedulian, maka itu harus dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.