SUMENEP – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Desa tahun anggaran 2025 ke seluruh desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Salah satu desa penerima adalah Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, yang tercatat menerima alokasi sebesar Rp1.465.285.000.

Meski alokasi dana tersebut tergolong besar, sebagian warga Montorna menyatakan belum merasakan dampak nyata dari program tersebut khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan.

Jalan penghubung antar dusun di Desa Montorna yang menjadi akses utama bagi mobilitas warga dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Sebagian besar jalur tersebut masih berupa tanah, berlubang, bergelombang, dan sangat licin ketika musim hujan tiba.

Tak sedikit warga yang menyebut jalan itu dengan istilah satir, “Tol Ngantol”, menggambarkan betapa sulitnya melintasi jalur tersebut, terutama saat kondisi cuaca buruk.

“Kalau musim hujan, jalannya becek, licin, motor sering tergelincir. Sudah lama kami harap jalan ini diperbaiki. Dana desa besar, tapi jalannya tetap saja begini,” ujar Zarkasi, warga Dusun Komis kepada Klikberita, Jumat (30/5/2025).

Zarkasi menyebut, kondisi jalan yang rusak telah lama menjadi penghambat aktivitas warga. Selain mengganggu akses menuju ladang dan sekolah, jalan tersebut juga menyulitkan warga dalam mengangkut hasil pertanian dan barang kebutuhan pokok.

“Setiap tahun katanya ada dana miliaran, tapi jalan ke ladang saja masih seperti kubangan. Kami hanya minta jalan bisa dilalui dengan aman, itu saja,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) Nomor 8 Tahun 2022, Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan desa, jalan usaha tani, irigasi hingga sarana air bersih.

Artinya pembangunan atau perbaikan akses jalan seperti yang dikeluhkan warga Montorna seharusnya bisa menjadi bagian dari prioritas penggunaan Dana Desa.

Kendati demikian hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Montorna belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga mengenai kondisi jalan rusak tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan Klikberita melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Desa Montorna, Junaidi, juga belum mendapat tanggapan.

Warga berharap keluhan mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah desa, agar akses antar dusun yang menjadi bagian vital dari kehidupan masyarakat dapat segera diperbaiki.