SUMENEP – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Gerakan Sosial Inklusif dan Literatif dalam ajang SMSI Award 2025 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu malam (28/5/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam memperkuat gerakan sosial berbasis inklusi dan literasi di berbagai daerah khususnya di Jawa Timur.

Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi mengatakan bahwa penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi tokoh yang aktif mendorong perubahan sosial dan pembangunan inklusif.

“Kerja nyata dan inovatif seperti inilah yang kami apresiasi. Diharapkan dapat terus memberi dampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Wahyudi.

Neng Lia sapaan akrabnya dikenal vokal dalam isu-isu pemberdayaan komunitas, advokasi kebijakan inklusif, serta penguatan kapasitas sosial masyarakat terutama perempuan, anak dan penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Neng Lia menyampaikan apresiasi kepada SMSI Sumenep dan menekankan pentingnya kolaborasi antara wakil rakyat dan media dalam membangun demokrasi lokal yang sehat.

“Media bukan hanya penyampai informasi tetapi juga mitra penting dalam memperjuangkan keadilan sosial dan menyuarakan aspirasi komunitas rentan,” tegasnya.

Politisi cantik itu berharap sinergi dengan SMSI dan insan media di daerah terus diperkuat demi mendorong gerakan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Sementara Ketua Panitia SMSI Award 2025, Toifur Ali Wafa menyambut baik kehadiran tokoh seperti Lia Istifhama menjadi simbol penting gerakan pemberdayaan sosial berbasis nilai dan inklusi.

“Beliau menjadi inspirasi bagi tokoh muda lain, terutama dalam memperjuangkan pendidikan, kesetaraan gender, dan nilai-nilai literasi komunitas,” ujar Toifur.

Sebagai informasi, Acara SMSI Award 2025 sendiri dihadiri berbagai tokoh daerah, pejabat lintas kabupaten di Madura, serta insan media. Selain sebagai ajang penghargaan, malam puncak ini menjadi momentum silaturahmi dan penguatan sinergi antara media, masyarakat, dan pemerintah.