PAMEKASAN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap arah dan masa depan demokrasi kampus, sejumlah mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Madura menggelar pertemuan silaturrahmi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ali Al-Humaidi, M.Si., dan Kepala Staf Pimpinan, Zainal Muttaqin, Rabu (30/4/2025).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Warek III itu berlangsung penuh kehangatan, namun tetap menyisakan ketegasan dalam penyampaian aspirasi. Mahasiswa yang diwakili oleh tiga inisial, MR, AR, dan Y, mengungkapkan keresahan mereka terkait belum jelasnya arah demokrasi kampus, khususnya di tingkat institut.
“Demokrasi kampus seharusnya menjadi cerminan dari sistem bernegara dalam skala miniatur. Maka keterlibatan mahasiswa dalam proses ini menjadi hal yang mutlak,” tegas salah satu mahasiswa saat diskusi berlangsung.
Menurut mereka, hingga akhir April ini belum ada sinyal tegas dari pihak terkait mengenai penyelesaian proses demokrasi kampus yang seharusnya rampung pada bulan Mei. Di sejumlah fakultas, proses demokrasi memang sudah berjalan. Namun bagaimana dengan lingkup institut? Pertanyaan ini menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.
Menanggapi hal itu, Warek III Ali Al-Humaidi menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha mengingatkan seluruh elemen terkait untuk menyelesaikan tugasnya.
“Kami berterima kasih atas kritik dan aspirasi yang disampaikan. Namun perlu kami sampaikan, bahwa ruang lingkup kami terbatas. Intervensi lebih jauh bukan kewenangan kami, karena itu kami berhati-hati dalam bertindak agar tidak melewati batas,” ujar Ali Al-Humaidi.
Senada dengan itu, Kepala Staf Pimpinan Zainal Muttaqin juga menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam menjaga iklim demokrasi kampus. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa merupakan bukti nyata perhatian terhadap tata kelola kampus yang sehat dan transparan.
“Kami sangat mengapresiasi teman-teman mahasiswa. Ini bukti bahwa demokrasi kampus masih hidup dan terus dikawal oleh generasi muda yang kritis,” ungkap Zainal Muttaqin.
Pertemuan ini menjadi angin segar di tengah dinamika kampus. Mahasiswa merasa didengarkan, sementara pihak pimpinan menunjukkan keterbukaan dalam berdialog.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak berharap agar demokrasi kampus IAIN Madura dapat berjalan secara adil, transparan, dan berkelanjutan. Karena demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif demi masa depan kampus yang lebih baik.
