SUMENEP – Kekhawatiran menyelimuti petani tembakau di Desa Basoka, Sumenep, Madura, menjelang musim tanam 2025. Bukan karena cuaca atau ketersediaan bibit, melainkan akibat pernyataan dua pengusaha tembakau kondang, H. Khairul Umam alias H. Her dan H. Mukmin, yang memprediksi harga tembakau tahun ini akan anjlok.
Imbauan itu datang dari video viral di akun TikTok @maduraku. Dalam video berdurasi singkat tersebut, H. Her mengingatkan petani agar tidak menanam terlalu banyak tembakau tahun ini.
“Terkhusus petani tembakau di Indonesia dan Madura, agar supaya tahun ini tidak menanam tembakau terlalu banyak,” ujar H. Her.
Ia menyarankan agar petani mengurangi separuh jumlah tanaman dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, gudang pabrik saat ini sudah penuh stok.
“Kalau kemarin tanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja,” ujarnya.
Nada serupa datang dari H. Mukmin. Dikutip dari pernyataannya dalam forum terbatas bersama wartawan, Selasa, 25 Maret 2025, ia menyebut stok tembakau yang melimpah dan tren petani yang terus menanam bisa menjatuhkan harga pasar.
“Saya khawatir harga tembakau tahun ini murah,” katanya.
Pernyataan kedua tokoh ini justru membuat cemas para petani. Mereka khawatir jerih payah bertanam tembakau bakal sia-sia.
KlikBerita menyambangi salah satu warung kopi di Desa Basoka dan mewawancarai beberapa petani yang tampak gusar. Salah satunya, H. Fauzi, menyampaikan kegundahannya dengan logat khas Madura.
“Sengkok cong mun tak namen pekoh, pas nyerah dari apah otang se dari adhek. Beremmah rokok nah H. Her ben H. Mukmin reah tambe larang maske tak e pita eh,” kata dia.
(Saya ini kalau tidak menanam tembakau, bagaimana bisa membayar utang yang sudah menumpuk? Rokoknya H. Her dan H. Mukmin tetap mahal meski tak pakai pita cukai.)
Ia juga menyentil kondisi pasar tembakau yang menurutnya kian dikendalikan oleh segelintir pengusaha.
“Dulu, tanpa H. Her dan H. Mukmin pun, tembakau tetap laku,” ujarnya, Jumat, 11 April 2025.
