SUMENEP – Permasalahan sampah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin menjadi perhatian masyarakat. Tumpukan sampah rumah tangga terlihat di sejumlah titik tanpa penanganan yang memadai, memicu keluhan warga dan desakan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk segera bertindak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah terlihat menumpuk di pinggir jalan dan lahan terbuka di beberapa kawasan. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat serta genangan air kotor yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan.
Nabila (29), warga Desa Kolor, menyampaikan bahwa keterbatasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi salah satu faktor utama warga terpaksa membuang sampah sembarangan.
“Keterbatasan fasilitas tempat sampah menjadi salah satu penyebab warga malas membuang sampah ke tempat yang disediakan karena jaraknya jauh. Pemerintah perlu menambah fasilitas sampah tersebut,” ujar Nabila kepada Klikberita, Jumat (12/4/2025).
Hal senada disampaikan oleh aktivis lingkungan Khairil Anwar. Ia menilai DLH Kabupaten Sumenep perlu melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kondisi pengelolaan sampah serta memverifikasi kelayakan fasilitas yang tersedia.
“DLH harus turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi dan memastikan tidak ada pencemaran lingkungan, serta memastikan fasilitas tempat sampah memadai. Jika serius ingin mewujudkan Sumenep yang bersih dan hijau (green and clean), maka harus ada langkah konkret di lapangan,” ungkap Khairil.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh Klikberita, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Arif Susanto, belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim telah terbaca, namun hingga kini belum ada balasan yang diterima.
