SUMENEP – Kiprah pengusaha lokal Madura kembali mencuri perhatian publik nasional. H. Supriyadi, pemilik sekaligus Direktur PT Mahaputra Nusantara, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang SMSI Award 2025 yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep.

Penghargaan dengan kategori Pelopor Rokok Kretek Lokal Berdaya Saing Nasional ini diberikan langsung dalam acara Pelantikan Pengurus SMSI se-Madura di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu malam (28/5/2025), dan disaksikan oleh unsur Forkopimda se-Madura, perwakilan Pemprov Jatim, hingga pejabat Pemkab Sumenep.

Tak sekadar simbolik, penghargaan ini menjadi pengakuan nyata atas sepak terjang H. Supriyadi dalam mengangkat industri kretek lokal Madura ke kancah nasional.

Berangkat dari Desa Lenteng Barat, Supriyadi mendirikan Mahaputra Nusantara dari nol. Dulu hanya berupa industri rumahan, kini berkembang menjadi pabrik rokok skala nasional lewat produk andalannya: Makayasa.

Makayasa telah menembus pasar Nusa Tenggara dan Kalimantan, serta mulai menjajaki ekspor. Di balik kesuksesan itu, PT Mahaputra Nusantara juga menjadi penyokong ekonomi lokal. Ratusan warga sekitar terserap sebagai tenaga kerja, khususnya pelinting rokok, yang diberdayakan secara berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi kemenangan kolektif masyarakat desa yang terus mendukung,” kata Supriyadi usai menerima penghargaan.

Transformasi besar-besaran dilakukan Mahaputra Nusantara sejak 2023. Awalnya hanya berstatus Pabrik Rokok (PR), kini perusahaan itu telah berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem manajemen profesional dan berorientasi ekspansi.

H. Supriyadi menghadirkan cita rasa khas kretek Madura yang tak dimiliki merek nasional lain. Sentuhan lokal inilah yang menjadikan Makayasa bukan hanya produk, tapi narasi budaya.

Inovasi itu juga membuahkan hasil konkret. Pada 2024, produk Makayasa meraih penghargaan dalam ajang CNN Indonesia Awards, kategori Private Sector.

Bagi H. Supriyadi, penghargaan dari SMSI adalah penegas bahwa industri lokal bisa menembus pasar besar jika didukung inovasi, visi kuat, dan jejaring media yang aktif.

“Kami tidak ingin sekadar dikenal sebagai produsen rokok. Kami ingin Mahaputra Nusantara menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa berbasis budaya Madura,”tutupnya.